rovichcool@nwar.gh

Tuhan 9 Centimeter

Posted on: 050908

assalamualaikum…

oleh: H. Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok, sampai
kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

Puisi ini disponsori oleh :

Puisi by : semoga nur ikhlas senantiasa menerangi hati Abuya Hajji Taufiq Ismail
Image taken from : AGA GROUPS

wassalam…

11 Responses to "Tuhan 9 Centimeter"

wah..gimana yach…?? bukan pembenaran saja dari om roy neh.. untuk sementara om roy masih menikmati dulu.he…he…

tapi jangka panjang..insyaalah mo di ilangin..he…

==================
amiiinnn….moga ndak perlu nunggu lama2 ya om jangka panjangnya, kasian donk temen2 yang ada di sekitaran om tuh *termasuk saya* hehehehe…..

emang aneh orang yang suka ngerokok, lah mereka kok rela ya bayar sampai 10 rb rupiah per bungkusnya untuk mendapatkan asep beracun. aneh bener deh, padahal kalau dibeliin nasi bungkus udah dapet ayam tuh hehehe

kalo iko lebih memilih jadi penjualnya aja deh hehehe

==================
yaaa gt lah kalo udah ketagihan ko, berapa pun akan di bayar😉
yaa kalo iko jualan, sama aja donk ikut terlibat menyebarkan racun…hehehehe

tapi paling tidak kalo sudah disindir “ya ampun rokok, saya nda tahan dengan asapnya”… tolong berhenti donk… hargai kita-kita yang tidak merokok

===================
kalo disindir pon ndak mempan, artinya telinga dan hatinya sudah akut tuh ngga terkena 4000 jenis racun dari sang tuhan😉

bang opik, masih ade saingannnnn😛

==================
hemm….masa sih😉

semoga para ahli hisap membaca ini, khususnya orang2 yang dekat dengan ita jadi bisa tau diri bahwa mereka hanya menyakiti orang lain demi kenikmatan sesaat. na’udzubillah…

==================
itulah…ngape jak orang2 tu tak paham yee…

Hanya satu kata: SETUJU!!!

===================
harus,…..!!!😀

bang ovic!!!! heheheh…. alhamdulillah kamek dah berenti…

==================
alhamdulillah….syukur belom terlambat yee🙂

humm..sebar2kan ni ke para perokok, ngeprint gambarnye ahh, dah gitu disebar di simpang a.yani.. ato bikin balihonye skalian, acam mane?

==================
haaa…bole bole…🙂

memang dimana-mana orang merokok.. sungguh menyedihkan.. kita yang ga ngerokok kna imbas gangguan polusi udara..

stop merokok sekarang jugahhhh…!!!

===================
itulah mbak..mereka nggak peduli tempat dan situasi lagi buat ngerokok..kapan mereka2 itu nyadar kalo mereka telah menzalimi orang2 disekitar mereka dengan racun2 yang mereka sebarkan itu….setuju mbak, STOP MEROKOK SEKARANG JUGA!!!

Memang ndak fair membuat orang yg bukan perokok terpaksa ikutan menghirup asap rokok karena disebelahnya ada perokok yg lagi kebal-kebul. Terpaksa jadi perokok pasif. Kan ya ndak pantas mendapat kesenangan yg mengakibatkan orang lain menderita.

===================
yaaa sangat nggak fair mas, mereka yang menikmatin nikmat dan racunnya kok yaa kita2 yang nggak ikutan ini di kasih racunnya juga

Kame blm bise berhenti nih bang, tapi bulan puase ini saye cobe agik utk berhenti merokok. kemaren udah bise tadak ngerokok selama 1minggu, tapi begitu ketemu ame kawan2 eh ngerokok agik. emang susah berhenti, walaupun niat udah ade…

==================
amiinnnnn….semoga bisa cepat terlaksana…yang penting dah ade niat,tinggal pelan2 dilaksanakan jak🙂
ape agik dah pernah berhasilkan…walo cume seminggu😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



Sort By :

Postingan Lama

Di Lihat :

  • 25,732 kali

KLiK!

Personal Directory of General Blogs website counter Powered by  MyPagerank.Net

%d bloggers like this: